Air Terjun Tembalang: Wisata Hits yang Ramah Kantong di Dekat Pulausambit

Akhir pekan lalu saya memutuskan keluar dari rutinitas. Sebagai warga Pulausambit yang sudah lima tahun menulis soal perjalanan, saya sering mendengar nama Air Terjun Tembalang disebut-sebut di grup komunitas traveler. Katanya tempat ini lagi hits—tapi saya selalu skeptis. Banyak tempat viral yang ternyata hanya bagus di foto. Namun, karena penasaran dan dompet sedang tipis, saya ajak istri dan anak ke sana. Tiket masuknya hanya Rp10.000 per orang, parkir motor gratis. Saya pikir, kalau kecewa, setidaknya tidak rugi banyak.
Pengalaman Langsung di Air Terjun Tembalang
Perjalanan dari pusat Pulausambit memakan waktu sekitar 40 menit dengan motor. Jalanan beraspal mulus sampai gerbang, lalu berubah menjadi tanah padat selebar satu mobil. Saya cukup lega karena tidak perlu jalan kaki jauh—hanya sekitar 200 meter dari tempat parkir. Suara gemericik air sudah terdengar sebelum kami melihat air terjunnya. Begitu sampai, saya langsung paham kenapa tempat ini disebut hits. Airnya jernih kehijauan, jatuh dari tebing setinggi kira-kira 15 meter. Kolam di bawahnya tidak terlalu dalam, cocok untuk anak-anak. Anak saya yang berumur empat tahun langsung minta turun.
Saya sempat khawatir soal kebersihan karena banyak destinasi viral yang kotor. Namun, Tembalang relatif terjaga. Ada beberapa sampah plastik di pinggir, tapi petugas kebersihan terlihat berkeliling. Saya juga menemukan warung kecil yang menjual gorengan dan minuman seharga Rp3.000– Rp5.000. Lumayan untuk mengganjal perut tanpa merogok kocek dalam. Satu hal yang agak mengganggu: sinyal telepon hilang total. Bagi yang suka upload instagram, mungkin perlu sabar sampai balik ke jalan utama. Tapi buat saya, itu malah jadi nilai plus—benar-benar lepas dari hiruk pikuk.
Ombak di kolam tidak ada, karena air terjun ini berada di sungai kecil. Suasananya teduh oleh pepohonan. Saya duduk di bebatuan sambil melihat istri dan anak bermain air. Tidak ada wahana instagramable berbayar, tidak ada spot foto buatan. Yang ada hanya alam apa adanya. Menurut saya, itulah yang membuat tempat ini layak disebut wisata hits: bukan karena gemerlap, tapi karena akses mudah dan harga terjangkau. Saya sempat mengobrol dengan pengunjung lain yang datang dari Samarinda. Mereka juga sengaja datang karena rekomendasi teman Detail teknisnya saya rapikan di wisata murah.
Bagi yang ingin tahu lebih dalam tentang destinasi air terjun di Indonesia, Wikipedia memiliki halaman khusus yang merangkum berbagai lokasi menarik. Wikipedia Air Terjun Indonesia bisa jadi referensi awal sebelum berangkat.
Pulangnya, saya merasa puas. Air Terjun Tembalang tidak mengecewakan. Tempat ini cocok untuk keluarga muda yang ingin liburan singkat tanpa menguras tabungan. Satu catatan: datanglah pagi hari sebelum pukul sembilan supaya tidak terlalu ramai. Tiket masuk masih sama, Rp10.000. Saya pasti akan kembali, mungkin sambil bawa bekal lebih banyak. Bagi Anda yang tinggal di sekitar Pulausambit atau sedang melintas, sempatkan mampir. Hits bukan berarti mahal, dan Tembalang membuktikannya.
Untuk konteks lebih: sumber resmi